Melestarikan Tradisi dan Mensyukuri Berkah Panen Raya
70
Upacara adat Mapag Sri merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat Desa Pilangsari. Pada tahun 2026, perayaan ini kembali digelar dengan penuh kemeriahan dan khidmat, menjadi simbol rasa syukur atas limpahan hasil panen yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Secara harfiah, "Mapag" berarti menjemput, dan "Sri" merujuk pada Dewi Sri, yang dalam mitologi masyarakat agraris Sunda dan Jawa dilambangkan sebagai Dewi Padi atau simbol kesuburan serta kesejahteraan. Tradisi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam:
Rasa Syukur: Wujud terima kasih para petani dan warga desa atas keberhasilan musim panen yang telah dilalui.
Doa Bersama: Memohon keselamatan dan keberkahan agar musim tanam berikutnya terhindar dari hama dan bencana, serta hasil bumi tetap melimpah.
Pelestarian Budaya: Menjadi jembatan antargenerasi agar nilai-nilai luhur budaya agraris tidak tergerus oleh modernisasi.
Perayaan Mapag Sri Desa Pilangsari 2026 dimeriahkan oleh berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong sangat terasa dari berbagai rangkaian acara berikut:
Arak-arakan Tumpeng dan Hasil Bumi: Warga mengarak gunungan hasil bumi dan tumpeng dari Lahan Pertanian menuju lokasi atau Bale Desa.
Doa Bersama (Istighosah): Dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon kelimpahan rezeki dan keselamatan bagi para petani.
Pentas Seni: Pertunjukan kesenian rakyat Wayang Kulit yang menghibur serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Makan Bersama (Bancakan): Seluruh masyarakat berkumpul untuk menikmati hidangan bersama sebagai lambang kerukunan dan kebersamaan.
Pemerintah Desa Pilangsari bersama tokoh masyarakat terus berkomitmen untuk menjadikan tradisi Mapag Sri sebagai agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik kearifan lokal. Dengan dukungan penuh dari para petani, tradisi ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat tertanam di tengah masyarakat Pilangsari.
Melalui pelaksanaan Mapag Sri 2026 ini, diharapkan sektor pertanian Desa Pilangsari semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan tradisi leluhur tetap lestari sepanjang masa.